Minggu, 16 Oktober 2011

Ilmu

Diposkan oleh Lulu Als di 10.38

A. Pengertian Menuntut Ilmu
Ilmu merupakan kunci untuk menyelesaikan segala persoalan, baik persoalan yang berhubungan dengan kehidupan beragama maupun persoalan yang berhubungan dengan kehidupan duniawi. Ilmu diibaratkan dengan cahaya, karena ilmu memiliki pungsi sebagai petunjuk kehidupan manusia, pemberi cahaya bagi orang yang ada dalam kegelapan.

Secara moral maupun material, duniawi maupun ukhrawi, Islam menjadikan ilmu sebagai jalan menuju keimanan dan yang memotivasi amal. Nikmat ilmulah yang menyebabkan manusia diberikan amanah oleh Alloh sebagai khalifah di atas muka bumi ini. Sesungguhnya Islam adalah agama ilmu dan Al-Qur’an adalah kitab ilmu. Ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun kepada Rasulullah SAW. adalah: “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakanmu.” (Q.S. Al-‘Alaq ayat 1). Membaca adalah kunci untuk memahami ilmu dan Al-Qur’an. Ilmu merupakan salah satu nilai luhur yang dibawa oleh ajaran Islam dan yang tegak di atasnya kehidupan manusia, baik merupakan “Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang berilmu.” (Q.S. Al-Fushilat ayat 3).
B. Hadits tentang Menuntut Ilmu
Kewajiban menuntut ilmu ini ditegaskan dalam hadits nabi, yaitu :
طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ
Artinya:
“Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat.” (HR. Ibnu Abdil Bari)
Secara jelas dan tegas hadits di atas menyebutkan bahwa menuntut ilmu itu diwajibkan bukan saja kepada laki-laki, juga kepada perempuan. Tidak ada perbedaan bagi laki-laki ataupun perempuan dalam mencari ilmu, semuanya wajib. Hanya saja bahwa dalam mencari ilmu itu harus tetap sesuai dengan ketentuan Islam.
Kewajiban menuntut ilmu waktunya tidak ditentukan sebagimana dalam shalat, tetapi setiap ada kesempatan untuk menuntutnya, maka kita harus menuntut ilmu. Menuntut ilmu tidak saja dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga formal, tetapi juga dapat dilakukan lembaga non formal. Bahkan, pengalaman kehidupanpun merupakan guru bagi kita semua, di mana kita bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang terjadi di sekeliling kita. Begitu juga masalah tempat, kita dianjurkan untuk menuntut ilmu dimana saja, baik di tempat yang dekat maupun di tempat yang jauh, asalkan ilmu tersebut bermanfaat bagi kita. Nabi pernah memerintahkan kepada umatnya untuk menuntut ilmu walaupun sampai di tempat yang jauh seperti negeri China.
Selain itu menuntut ilmu itu tidak mengenal batas usia, sejak kita terlahir sampai kita masuk kuburpun kita senentiasa mengambil pelajaran dalam kehidupan, dengan kata lain Islam mengajarkan untuk menuntut ilmu sepanjang hayat dikandung badan. Sebagaimana tercantum dalam hadits nabi :
أُطْلُبُ الْعِلْمَ مِنَ الْمَحْدِ إِلَى اللَّهْدِ
Artinya:
“Carilah ilmu dari buaian sampai liang lahat.”(HR. Muslim)
dengan ilmulah surga itu akan didapat. Karena dengan ilmu orang dapat beribadah dengan benar kepada Allah Swt dan dengan ilmu pula seorang muslim dapat berbuat kebaikan. Oleh karena itu orang yang menuntut ilmu adalah orang yang sedang menuju surga Allah.
Mencari ilmu itu wajib, tidak mengenal batas tempat, dan juga tidak mengenal batas usia, baik anak-anak maupun orang tua. Kewajiban menuntut ilmu dapat dilaksanakan di sekolah, pesantren, majlis ta’lim, pengajian anak-anak, belajar sendiri, penelitian atau diskusi yang diselenggrakan oleh para remaja mesjid.
Ilmu merupakan cahaya kehidupan bagi umat manusia. Dengan ilmu, kehidupan di dunia terasa lebih indah, yang susah akan terasa mudah, yang kasar akan terasa lebih halus. Dalam menjalankan ibadah kepada Allah, harus dengan ilmu pula. Sebab beribadah tanpa didasarkan ilmu yang benar adalah sisa-sia belaka. Oleh karena itu dengan mengamalkan ilmu di jalan Allah merupakan ladang amal (pahala) dalam kehidupan dan dapat memudahkan seseorang untuk masuk ke dalam surga Allah.
C. Keutamaan Menuntut Ilmu
Beberapa hikmah menuntut ilmu (agama) lainnya adalah:
1. Berada di jalan Allah
“Barang siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu, berarti dia berada di jalan Allah hingga pulang” (HR Turmudzi)
2. Mendapatkan pahala yang mengalir terus menerus
“Jika anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecualai 3 hal, yaitu shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya.”(HR Muslim)
3. Agar tidak terlaknat.
“Dunia dan seisinya terlaknat, kecuali yang memanfaatkannya demi kepentingan dzikrullah dan yang serupa dengan itu, para ulama dan orang-orang yang menuntut ilmu” (HR Turmudzi)
4. Ditinggikan derajatnya.
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.
5. Dimudahkan jalan menuju surga.
“Barang siapa menempuh jalan untuk menentut ilmu agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga” (HR Muslim)
6. Allah memudahkan jalan ke sorga bagi orang yang menuntut ilmu.
7. Malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi.
8. Seorang ‘alim dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi, dan oleh ikan-ikan di dalam air.
9. Keutamaan seorang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama daripada seluruh bintang-bintang.

D. Faedah-faedah Menuntut Ilmu
Dalam Islam, menurut Al-Ghazali, sesungguhnya menuntut ilmu itu ada yang fardu ‘ain (wajib bagi setiap Muslim), ada juga yang fardu kifayah (paling tidak ada segolongan umat Islam yang mempelajarinya). Manusia suka menuntut ilmu karena memandang peranan ilmu itu di dalam kehidupan sangat memberi faedah-faedah dan memberi kesan, diantaranya:
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat memberi makan otak dan jiwa
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat menjadi kawan di waktu & suasana apapun
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat membawa kehidupan yang mudah dan senang
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat dihormati dan disegani orang lain
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat mudah mengerjakan sesuatu
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia mudah mendapat kejayaan dunia dan akhirat
  • Dengan ilmu pengetahuan, jarang orang menjadi miskin
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia bisa mendapat harta & kekayaan

E. Larangan Menuntut Ilmu karena Sebab Tertentu
Imam Ali bin Abi Thalib bersabda: “Janganlah mencari ilmu karena 4 sebab berikut:
1. Untuk membanggakan diri dihadapan orang yang alim
2. Untuk berdebat dengan orang yang tidak baik
3. Untuk memmerkan diri kepada manusia
4. Untuk menarik perhatian manusia demi mejamin kedudukan.”


keterangna : dari berbagai sumber

0 komentar on "Ilmu"

Poskan Komentar

Minggu, 16 Oktober 2011

Ilmu


A. Pengertian Menuntut Ilmu
Ilmu merupakan kunci untuk menyelesaikan segala persoalan, baik persoalan yang berhubungan dengan kehidupan beragama maupun persoalan yang berhubungan dengan kehidupan duniawi. Ilmu diibaratkan dengan cahaya, karena ilmu memiliki pungsi sebagai petunjuk kehidupan manusia, pemberi cahaya bagi orang yang ada dalam kegelapan.

Secara moral maupun material, duniawi maupun ukhrawi, Islam menjadikan ilmu sebagai jalan menuju keimanan dan yang memotivasi amal. Nikmat ilmulah yang menyebabkan manusia diberikan amanah oleh Alloh sebagai khalifah di atas muka bumi ini. Sesungguhnya Islam adalah agama ilmu dan Al-Qur’an adalah kitab ilmu. Ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun kepada Rasulullah SAW. adalah: “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakanmu.” (Q.S. Al-‘Alaq ayat 1). Membaca adalah kunci untuk memahami ilmu dan Al-Qur’an. Ilmu merupakan salah satu nilai luhur yang dibawa oleh ajaran Islam dan yang tegak di atasnya kehidupan manusia, baik merupakan “Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang berilmu.” (Q.S. Al-Fushilat ayat 3).
B. Hadits tentang Menuntut Ilmu
Kewajiban menuntut ilmu ini ditegaskan dalam hadits nabi, yaitu :
طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ
Artinya:
“Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat.” (HR. Ibnu Abdil Bari)
Secara jelas dan tegas hadits di atas menyebutkan bahwa menuntut ilmu itu diwajibkan bukan saja kepada laki-laki, juga kepada perempuan. Tidak ada perbedaan bagi laki-laki ataupun perempuan dalam mencari ilmu, semuanya wajib. Hanya saja bahwa dalam mencari ilmu itu harus tetap sesuai dengan ketentuan Islam.
Kewajiban menuntut ilmu waktunya tidak ditentukan sebagimana dalam shalat, tetapi setiap ada kesempatan untuk menuntutnya, maka kita harus menuntut ilmu. Menuntut ilmu tidak saja dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga formal, tetapi juga dapat dilakukan lembaga non formal. Bahkan, pengalaman kehidupanpun merupakan guru bagi kita semua, di mana kita bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang terjadi di sekeliling kita. Begitu juga masalah tempat, kita dianjurkan untuk menuntut ilmu dimana saja, baik di tempat yang dekat maupun di tempat yang jauh, asalkan ilmu tersebut bermanfaat bagi kita. Nabi pernah memerintahkan kepada umatnya untuk menuntut ilmu walaupun sampai di tempat yang jauh seperti negeri China.
Selain itu menuntut ilmu itu tidak mengenal batas usia, sejak kita terlahir sampai kita masuk kuburpun kita senentiasa mengambil pelajaran dalam kehidupan, dengan kata lain Islam mengajarkan untuk menuntut ilmu sepanjang hayat dikandung badan. Sebagaimana tercantum dalam hadits nabi :
أُطْلُبُ الْعِلْمَ مِنَ الْمَحْدِ إِلَى اللَّهْدِ
Artinya:
“Carilah ilmu dari buaian sampai liang lahat.”(HR. Muslim)
dengan ilmulah surga itu akan didapat. Karena dengan ilmu orang dapat beribadah dengan benar kepada Allah Swt dan dengan ilmu pula seorang muslim dapat berbuat kebaikan. Oleh karena itu orang yang menuntut ilmu adalah orang yang sedang menuju surga Allah.
Mencari ilmu itu wajib, tidak mengenal batas tempat, dan juga tidak mengenal batas usia, baik anak-anak maupun orang tua. Kewajiban menuntut ilmu dapat dilaksanakan di sekolah, pesantren, majlis ta’lim, pengajian anak-anak, belajar sendiri, penelitian atau diskusi yang diselenggrakan oleh para remaja mesjid.
Ilmu merupakan cahaya kehidupan bagi umat manusia. Dengan ilmu, kehidupan di dunia terasa lebih indah, yang susah akan terasa mudah, yang kasar akan terasa lebih halus. Dalam menjalankan ibadah kepada Allah, harus dengan ilmu pula. Sebab beribadah tanpa didasarkan ilmu yang benar adalah sisa-sia belaka. Oleh karena itu dengan mengamalkan ilmu di jalan Allah merupakan ladang amal (pahala) dalam kehidupan dan dapat memudahkan seseorang untuk masuk ke dalam surga Allah.
C. Keutamaan Menuntut Ilmu
Beberapa hikmah menuntut ilmu (agama) lainnya adalah:
1. Berada di jalan Allah
“Barang siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu, berarti dia berada di jalan Allah hingga pulang” (HR Turmudzi)
2. Mendapatkan pahala yang mengalir terus menerus
“Jika anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecualai 3 hal, yaitu shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya.”(HR Muslim)
3. Agar tidak terlaknat.
“Dunia dan seisinya terlaknat, kecuali yang memanfaatkannya demi kepentingan dzikrullah dan yang serupa dengan itu, para ulama dan orang-orang yang menuntut ilmu” (HR Turmudzi)
4. Ditinggikan derajatnya.
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.
5. Dimudahkan jalan menuju surga.
“Barang siapa menempuh jalan untuk menentut ilmu agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga” (HR Muslim)
6. Allah memudahkan jalan ke sorga bagi orang yang menuntut ilmu.
7. Malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi.
8. Seorang ‘alim dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi, dan oleh ikan-ikan di dalam air.
9. Keutamaan seorang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama daripada seluruh bintang-bintang.

D. Faedah-faedah Menuntut Ilmu
Dalam Islam, menurut Al-Ghazali, sesungguhnya menuntut ilmu itu ada yang fardu ‘ain (wajib bagi setiap Muslim), ada juga yang fardu kifayah (paling tidak ada segolongan umat Islam yang mempelajarinya). Manusia suka menuntut ilmu karena memandang peranan ilmu itu di dalam kehidupan sangat memberi faedah-faedah dan memberi kesan, diantaranya:
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat memberi makan otak dan jiwa
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat menjadi kawan di waktu & suasana apapun
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat membawa kehidupan yang mudah dan senang
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat dihormati dan disegani orang lain
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat mudah mengerjakan sesuatu
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia mudah mendapat kejayaan dunia dan akhirat
  • Dengan ilmu pengetahuan, jarang orang menjadi miskin
  • Dengan ilmu pengetahuan, manusia bisa mendapat harta & kekayaan

E. Larangan Menuntut Ilmu karena Sebab Tertentu
Imam Ali bin Abi Thalib bersabda: “Janganlah mencari ilmu karena 4 sebab berikut:
1. Untuk membanggakan diri dihadapan orang yang alim
2. Untuk berdebat dengan orang yang tidak baik
3. Untuk memmerkan diri kepada manusia
4. Untuk menarik perhatian manusia demi mejamin kedudukan.”


keterangna : dari berbagai sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Lulu Asmi L S Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting